Maarten Paes Aman dari Masalah Administrasi di Liga Belanda, Langkah Ajax Dipuji
Pelitadigital Sport – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi salah satu pemain naturalisasi yang tidak terseret polemik administrasi terkait paspor dan izin kerja yang belakangan mencuat di Liga Belanda (Eredivisie). Berbeda dengan beberapa pemain lain yang tengah menghadapi kendala, proses administrasi Paes justru dinilai berjalan lebih hati-hati sejak awal.
Nama Paes kembali menjadi perhatian setelah direkrut Ajax Amsterdam dari klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, pada bursa transfer Januari lalu. Kepindahan tersebut membuat kiper kelahiran Belanda itu kembali merasakan atmosfer Eredivisie.
Namun, di tengah munculnya kasus administrasi yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Indonesia di Belanda, posisi Paes justru relatif aman. Ajax disebut telah mengambil langkah yang lebih teliti dalam proses pendaftaran pemain berusia 26 tahun tersebut.
Polemik Izin Kerja Pemain Naturalisasi
Belakangan ini, dua pemain Indonesia yang berkarier di Belanda, Dean James dari Go Ahead Eagles dan Nathan Tjoe-A-On yang membela Willem II, dikabarkan tersandung persoalan izin kerja. Situasi serupa juga sempat dikaitkan dengan Justin Hubner yang bermain untuk Fortuna Sittard.
Persoalan tersebut berkaitan dengan status kewarganegaraan. Indonesia dan Belanda tidak mengakui kewarganegaraan ganda secara hukum. Artinya, ketika seorang pemain memilih menjadi warga negara Indonesia (WNI), maka secara otomatis ia tidak lagi berstatus warga negara Belanda.
Dalam konteks kompetisi Belanda, perubahan status tersebut berpengaruh pada klasifikasi pemain. Dean James dan Nathan Tjoe-A-On sebelumnya didaftarkan sebagai pemain Eropa, padahal setelah menjadi WNI mereka seharusnya masuk kategori pemain non-Eropa.
Ketidaksesuaian status inilah yang memicu persoalan administrasi dan membuat keduanya tidak bisa dimainkan sementara waktu oleh klub masing-masing.
Ajax Bertindak Lebih Waspada
Berbeda dengan kasus tersebut, Ajax Amsterdam memilih langkah yang lebih hati-hati dalam mengurus status Maarten Paes.
Menurut laporan Voetbal International, pada awalnya Paes direncanakan untuk didaftarkan sebagai pemain Eropa. Hal itu karena secara administratif sempat muncul asumsi bahwa status dua paspor masih dapat diterima dalam proses pendaftaran awal.
Namun seorang pengacara internal klub Ajax kemudian mengingatkan adanya potensi masalah hukum. Ia menilai bahwa Paes tidak mungkin memegang kewarganegaraan ganda antara Indonesia dan Belanda secara sah.
Pertimbangan tersebut membuat Ajax melakukan peninjauan ulang sebelum proses pendaftaran benar-benar selesai.
Setelah Paes resmi didaftarkan ke KNVB, klub raksasa Belanda itu akhirnya memutuskan untuk mengajukan izin kerja bagi sang kiper. Proses administrasi tersebut sempat membuat Paes harus menunggu sebelum bisa berlatih penuh dan tampil bersama Ajax.
“Ajax memberi tahu asosiasi sepak bola bahwa, berdasarkan investigasi internal, Paes kemungkinan besar tidak memenuhi syarat untuk bermain dan statusnya perlu diselidiki lebih lanjut,” tulis pemberitaan tersebut.
Dampak ke Kompetisi Eredivisie
Langkah proaktif Ajax tersebut justru memicu diskusi luas di kalangan klub Eredivisie. Sejumlah direktur klub menilai federasi sepak bola Belanda (KNVB) tidak memberikan informasi yang cukup jelas terkait situasi tersebut.
Akibatnya, beberapa klub harus menghadapi konsekuensi administratif. Sejumlah pemain yang sebelumnya dianggap memenuhi syarat, seperti Etienne Vaessen di Groningen serta Dean James di Go Ahead Eagles, untuk sementara tidak dapat dimainkan hingga statusnya dipastikan.
Di tengah polemik itu, kasus Maarten Paes menjadi contoh bagaimana kehati-hatian klub dalam mengurus dokumen pemain dapat menghindarkan masalah yang lebih besar di kemudian hari. Ajax dinilai berhasil membaca potensi risiko sejak awal sehingga kiper Timnas Indonesia tersebut tidak terseret dalam polemik yang tengah melanda sejumlah klub di Eredivisie.







