Beranda Sepak Bola Marco Materazzi mengungkap percakapan terakhir dengan Zinedine Zidane sebelum insiden tandukan kontroversial pada final Piala Dunia 2006 yang berakhir dengan kemenangan Italia.
Sepak Bola

Marco Materazzi mengungkap percakapan terakhir dengan Zinedine Zidane sebelum insiden tandukan kontroversial pada final Piala Dunia 2006 yang berakhir dengan kemenangan Italia.

Sumber Gambar : Bola,com

Pelitadigital Sport – Momen kontroversial antara Marco Materazzi dan Zinedine Zidane pada final Piala Dunia 2006 kembali menjadi sorotan publik. Insiden yang terjadi di Stadion Olimpiade Berlin pada 9 Juli 2006 itu hingga kini masih dikenang sebagai salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah sepak bola dunia.

Dalam laga puncak yang mempertemukan Timnas Italia dan Timnas Perancis tersebut, Zidane harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah. Sang kapten Perancis diusir wasit usai menanduk dada bek Italia, Marco Materazzi, pada babak perpanjangan waktu. Peristiwa itu sekaligus menandai pertandingan terakhir dalam karier internasional Zidane.

Bertahun-tahun setelah kejadian tersebut, Materazzi kembali mengungkap detail percakapan yang terjadi di lapangan sebelum insiden berlangsung. Dalam wawancara bersama kanal resmi Timnas Italia, Vivo Azzurro, mantan bek Inter Milan itu menceritakan situasi yang memicu ketegangan antara dirinya dan legenda sepak bola Perancis tersebut.

Menurut Materazzi, situasi bermula ketika kiper Italia, Gianluigi Buffon, melakukan penyelamatan penting dari sundulan Zidane. Momen itu membuat beberapa pemain Italia bereaksi terhadap koordinasi lini pertahanan yang dianggap kurang maksimal.

“Ketika Buffon melakukan penyelamatan atas sundulan Zidane, Gattuso ingin membunuhku karena aku tidak menjaganya,” kata Materazzi, dilansir dari Football Italia, Kamis (5/3/2026).

Namun Materazzi menegaskan bahwa pada saat itu dirinya sebenarnya sedang menjaga pemain Perancis lainnya, David Trezeguet.

“Sebenarnya, saya sedang menjaga Trezeguet, tetapi dalam situasi tertentu, lebih baik tidak berdebat dengan Rino tentang apa yang telah terjadi,” imbuhnya.

Bek yang dikenal tangguh tersebut kemudian menjelaskan bagaimana interaksi dengan Zidane terjadi beberapa saat kemudian. Ia mengaku sempat menarik jersey Zidane dalam sebuah situasi bola mati di area pertahanan Italia.

Materazzi mengatakan tindakan itu semata-mata dilakukan untuk mencegah Zidane mendapatkan ruang saat duel udara.

“Tak lama kemudian, dalam situasi serupa, saya memegang bajunya (Zidane) sebentar. Saya ingin memastikan dia tidak bisa melompat. Saya meminta maaf dua kali, lalu pada kali ketiga dia mengulangi ‘jika kau mau bajuku, aku akan memberikannya padamu nanti,’ saya membalasnya… tetapi tidak lebih dari hal-hal yang biasa kami katakan satu sama lain saat masih kecil ketika saya bermain di tepi pantai di Bari,” terangnya.

Percakapan singkat tersebut kemudian berujung pada insiden yang membuat dunia sepak bola tercengang. Zidane tiba-tiba menanduk dada Materazzi, membuat wasit langsung mengeluarkan kartu merah setelah berkonsultasi dengan ofisial pertandingan.

Meski kehilangan kaptennya di menit-menit akhir, Perancis tetap mampu bertahan hingga pertandingan berakhir imbang setelah 120 menit. Laga kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan juara dunia.

Italia tampil lebih tenang dalam momen penentuan tersebut. Lima penendang Gli Azzurri berhasil menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, Trezeguet gagal mencetak gol setelah bola tendangannya membentur mistar gawang.

Kegagalan tersebut memastikan kemenangan Italia sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar Piala Dunia keempat dalam sejarah sepak bola negara itu.

Materazzi sendiri memiliki kontribusi penting sepanjang turnamen. Dari total 41 penampilan bersama Timnas Italia, dua gol yang ia cetak semuanya terjadi pada Piala Dunia 2006—termasuk gol penyama kedudukan di final melawan Perancis.

Bagi banyak penggemar sepak bola, final di Berlin itu bukan hanya dikenang karena keberhasilan Italia mengangkat trofi, tetapi juga karena drama yang melibatkan dua sosok besar dalam sejarah sepak bola dunia. Hingga kini, momen tandukan Zidane kepada Materazzi masih menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.


Sebelumnya

Maarten Paes Aman dari Masalah Administrasi di Liga Belanda, Langkah Ajax Dipuji

Selanjutnya

Prediksi Susunan Pemain Arema vs Malut United, Singo Edan Kehilangan Sejumlah Pilar Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PelitaDigital Sport