Milan Kalah 0-1 dari Napoli, Allegri Realistis Soal Peluang Juara Liga Italia
Pelitadigital Sport – AC Milan harus menerima kenyataan pahit setelah pulang tanpa poin dari lawatan ke markas Napoli pada pekan ke-31 Liga Italia musim 2025-2026. Kekalahan tipis 0-1 di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (6/4/2026) malam waktu setempat atau Selasa dini hari WIB, membuat peluang Rossoneri dalam perburuan gelar juara semakin menipis.
Gol tunggal Matteo Politano pada menit ke-79 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat tersebut. Sepakan kaki kanan Politano yang mengarah ke tiang dekat gagal diantisipasi penjaga gawang Milan, Mike Maignan, sehingga memastikan tiga poin bagi tim tuan rumah.
Hasil ini tak hanya merugikan Milan secara poin, tetapi juga mengubah peta persaingan di papan atas klasemen. Napoli kini naik ke peringkat kedua dengan koleksi 65 poin, sementara Milan turun ke posisi ketiga dengan 63 poin. Di sisi lain, Inter Milan masih kokoh memimpin klasemen dengan 72 poin dari 31 pertandingan.
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, menilai pertandingan berlangsung dengan peluang yang terbatas dan ditentukan oleh satu momen krusial.
“Ini adalah pertandingan dengan sedikit peluang dan ditentukan oleh satu momen, siapa yang mampu memanfaatkannya akan menang,” ujar pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, dilansir Tuttomercatoweb dari DAZN.
Ia menilai Napoli mampu memaksimalkan peluang tersebut, sementara timnya gagal mengonversi beberapa situasi berbahaya menjadi gol.
“Mereka tampil baik dalam situasi itu, sementara kami sebenarnya sudah dalam posisi bertahan yang rapi,” lanjut Allegri.
Menurut pelatih asal Livorno tersebut, Milan sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk mengancam gawang Napoli, terutama melalui skema serangan balik atau saat berhasil merebut bola di area lawan. Namun, kurangnya ketepatan dalam mengambil keputusan membuat peluang itu terbuang.
“Kami punya beberapa situasi di mana seharusnya bisa lebih cepat melepaskan tembakan, karena jika terlambat, lawan akan datang dan menutup peluang tersebut.”
Allegri juga menyoroti masalah efektivitas di area akhir serangan. Ia menilai pemain Milan beberapa kali gagal membuat keputusan yang tepat saat berada di dekat kotak penalti lawan.
“Menurut saya di babak pertama kami merebut tiga atau empat bola di area lawan, tetapi salah dalam mengambil keputusan dan kurang presisi.”
Ia menegaskan bahwa kualitas keputusan di 20 meter terakhir lapangan sangat menentukan dalam menciptakan peluang gol.
“Dalam sepak bola, jika di 20 meter terakhir Anda membuat keputusan yang tepat dan akurat, maka peluang mencetak gol akan lebih besar.”
Dengan selisih sembilan poin dari Inter Milan yang memuncaki klasemen, Allegri secara realistis menilai peluang timnya untuk mengejar scudetto sudah sangat kecil.
“Saya rasa persaingan perebutan scudetto sudah berakhir, Inter Milan unggul sembilan poin,” ujarnya.
Meski demikian, Allegri menegaskan fokus tim kini beralih pada target utama musim ini, yakni mengamankan tiket ke Liga Champions dengan finis di empat besar klasemen.
“Dalam sepak bola segala sesuatu bisa terjadi, tetapi saat ini ada Napoli di depan. Kami fokus satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, sekarang memikirkan Udinese, dan harus memulihkan energi.”
Ia juga mengingatkan anak asuhnya untuk tetap menjaga konsistensi dalam sisa pertandingan musim ini.
“Pertandingan hari Sabtu akan sulit karena Udinese berbahaya saat tandang. Kami harus tetap tenang karena saat ini masih berada dalam jalur target.”
Sejak awal musim, Allegri memang berulang kali menegaskan bahwa prioritas utama Milan bukanlah perebutan gelar juara, melainkan memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa.
“Kami juga tahu bahwa target lolos Liga Champions tidak ditentukan hanya dalam satu pertandingan. Kami harus mengumpulkan sejumlah poin, saat ini punya sedikit keunggulan, dan harus mempertahankannya dengan terus meraih kemenangan,” ucap pelatih yang pernah membawa Milan menjuarai Liga Italia musim 2010-2011 itu.







