Beranda Sepak Bola Pertahanan Rapuh Jadi Titik Lemah, Liverpool Tumbang Dramatis di Markas Bournemouth
Sepak Bola

Pertahanan Rapuh Jadi Titik Lemah, Liverpool Tumbang Dramatis di Markas Bournemouth

Gambar : Detik

Pelitadigital.com – Liverpool kembali menelan pil pahit di ajang Liga Primer Inggris musim ini. Bertandang ke Vitality Stadium, markas Bournemouth, pasukan Arne Slot harus menyerah dengan skor tipis 2-3 dalam laga dramatis yang ditentukan hingga detik terakhir, Sabtu malam waktu setempat. Kekalahan ini kembali menyoroti persoalan klasik The Reds: rapuhnya lini pertahanan di momen-momen krusial.

Laga berlangsung dalam kondisi hujan deras, namun Liverpool justru tampil lebih dominan sejak awal pertandingan. Ironisnya, gol pembuka justru lahir dari kesalahan elementer kapten tim, Virgil van Dijk. Upaya sang bek membuang bola lambung gagal sempurna, yang kemudian dimanfaatkan Lewis Cook untuk mengalirkan bola kepada Evanilson. Tanpa kesulitan berarti, penyerang Bournemouth itu menaklukkan Alisson dari jarak dekat.

Masalah Liverpool tak berhenti di situ. Dalam proses gol tersebut, Joe Gomez mengalami benturan keras dengan Alisson dan harus meninggalkan lapangan lebih awal. Absennya Gomez menambah daftar panjang persoalan Slot di lini belakang, terlebih Ibrahima Konate juga absen karena alasan pribadi. Keterlambatan memasukkan Wataru Endo sebagai pengganti dinilai menjadi titik balik negatif bagi tim tamu.

Bournemouth sukses memanfaatkan situasi tersebut. Umpan terukur James Hill menemui Alex Jimenez, yang dengan tembakan rendah kembali memperdaya Alisson untuk membawa tuan rumah unggul 2-0. Namun, Liverpool menunjukkan respons cepat jelang turun minum. Virgil van Dijk menebus kesalahannya dengan mencetak gol balasan melalui sundulan hasil sepak pojok Dominik Szoboszlai, yang sempat mengenai bahunya sebelum masuk ke gawang.

Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih agresif. Penguasaan bola meningkat signifikan, dengan tekanan konstan diarahkan ke pertahanan Bournemouth. Arne Slot melakukan sejumlah perubahan demi mengejar ketertinggalan, dan usaha tersebut akhirnya berbuah hasil pada sepuluh menit terakhir pertandingan. Dominik Szoboszlai mencetak gol penyeimbang lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, memanfaatkan skema bola mati yang dirancang rapi bersama Mohamed Salah, yang baru kembali tampil sebagai starter sejak akhir November.

Momentum tampak berpihak kepada Liverpool. Florian Wirtz nyaris menjadi pahlawan setelah peluang emasnya digagalkan penyelamatan gemilang Djordje Petrovic. Namun, ketika The Reds terlalu fokus memburu gol kemenangan, celah di lini belakang kembali menjadi bumerang.

Petaka datang di penghujung laga. Lemparan ke dalam panjang Bournemouth memicu kemelut di kotak penalti Liverpool. Dalam situasi kacau tersebut, Amine Adli muncul dari sudut sempit untuk menyodok bola masuk dan memastikan kemenangan dramatis bagi The Cherries. Gol tersebut memicu euforia publik Vitality Stadium sekaligus menenggelamkan Liverpool dalam kekecewaan mendalam.

Kekalahan ini melengkapi rangkaian hasil mengecewakan bagi Liverpool yang berstatus juara bertahan Liga Primer. Meski mampu menunjukkan karakter untuk bangkit dari ketertinggalan, kelemahan dalam organisasi pertahanan kembali menjadi faktor penentu kegagalan. Arne Slot tampak frustrasi usai laga, menyadari bahwa performa menyerang timnya belum cukup untuk menutupi kekacauan di lini belakang.

Dengan hasil ini, tekanan terhadap Liverpool semakin besar, terutama dalam upaya menjaga konsistensi di papan atas klasemen. Jika masalah defensif tidak segera dibenahi, ambisi The Reds untuk bersaing di jalur juara berpotensi terus terganggu oleh kesalahan-kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.

 

Sebelumnya

Jamie Vardy Ukir Sejarah di Serie A, Bukti Pengalaman Masih Bernilai di Usia Senja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pelita DIgital Sport