Performa Alwi Farhan di Tur Eropa Dipuji, Indra Wijaya Ingatkan Soal Recovery
Pelitadigital.com – Perjalanan pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, dalam rangkaian turnamen Eropa 2026 mendapat perhatian khusus dari tim pelatih. Meski menunjukkan perkembangan positif, performa atlet muda tersebut masih menyisakan sejumlah catatan penting untuk peningkatan di masa mendatang.
Alwi Farhan yang kini berusia 20 tahun tampil di dua turnamen bergengsi, yakni All England 2026 dan Swiss Open 2026. Pada ajang All England, Alwi berhasil melaju hingga babak perempatfinal sebelum akhirnya terhenti setelah menghadapi tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Penampilan Alwi kemudian berlanjut di Swiss Open 2026 dengan hasil yang lebih menjanjikan. Ia mampu menembus partai puncak turnamen tersebut. Namun, langkahnya untuk meraih gelar harus terhenti setelah kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, sehingga harus puas finis sebagai runner-up.
Kepala Pelatih Tunggal Putra Utama PBSI, Indra Wijaya, menilai secara umum performa anak asuhnya selama tur Eropa cukup menggembirakan. Ia melihat adanya peningkatan kualitas permainan Alwi dalam menghadapi lawan-lawan papan atas dunia.
“Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen ini. Di All England dia bisa mencapai babak delapan besar, lalu menjadi runner-up di Swiss Open ,” ujar Indra dalam rilis PBSI yang diterima detikSport.
Menurut Indra, salah satu penampilan terbaik Alwi terlihat pada babak semifinal Swiss Open saat menghadapi pebulutangkis China, Li Shifeng. Dalam pertandingan tersebut, Alwi mampu tampil agresif dan efektif hingga akhirnya meraih kemenangan.
“Di semifinal, penampilan Alwi sangat baik, terutama saat mengalahkan Li Shifeng yang secara level permainan sudah berada di atas. Tapi di final, performanya tidak sebaik saat semifinal,” lanjutnya.
Indra mengungkapkan bahwa penurunan performa Alwi pada laga final kemungkinan dipengaruhi faktor pemulihan kondisi fisik yang kurang maksimal. Jadwal pertandingan yang padat selama tur Eropa membuat proses recovery menjadi tantangan tersendiri bagi atlet muda tersebut.
“Dengan jadwal yang cukup padat, recovery menjadi sangat penting. Ini yang harus menjadi perhatian ke depan agar performa bisa tetap stabil,” tambah Indra.
Selain aspek kebugaran, pelatih juga menilai masih ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan oleh Alwi, termasuk pengendalian emosi saat bertanding serta kemampuan membaca permainan lawan dengan karakter berbeda.
“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” ujarnya.
Rangkaian turnamen Eropa kini telah selesai, dan tim bulutangkis Indonesia mulai mengalihkan fokus ke agenda berikutnya. Evaluasi dari tur ini diharapkan menjadi modal penting bagi Alwi Farhan untuk tampil lebih konsisten pada turnamen internasional selanjutnya, termasuk Kejuaraan Asia yang akan digelar dalam waktu dekat.







