Paul George Akhiri Skorsing 25 Laga, Siap Kembali Perkuat Sixers dan Minta Maaf kepada Philadelphia
Pelitadigital Sport — Bintang Philadelphia 76ers, Paul George, akhirnya menyelesaikan masa skorsing selama 25 pertandingan yang dijatuhkan oleh NBA akibat pelanggaran kebijakan anti narkoba liga. Pebasket berusia 35 tahun itu dijadwalkan kembali merumput saat Sixers menghadapi Chicago Bulls di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia.
Menjelang laga comeback tersebut, George menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada berbagai pihak yang terdampak oleh kasus yang menimpanya, termasuk organisasi tim, rekan setim, serta para penggemar di kota Philadelphia.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada kota Philadelphia. Juga keluarga, rekan satu tim, organisasi, dan semua orang yang terkena dampak dari skorsing ini. Mengecewakan orang lain lebih menyakitkan daripada apapun selama proses ini,” ungkap George dalam pernyataannya melalui ESPN.
Dampak Finansial Besar
Skorsing tanpa bayaran yang dijatuhkan sejak akhir Januari tersebut memberikan dampak finansial yang cukup besar bagi George. Ia dilaporkan kehilangan sekitar 11,7 juta dolar AS dari total gaji musimannya yang mencapai 51,7 juta dolar AS. Dengan kata lain, setiap pertandingan yang ia lewatkan bernilai sekitar 470 ribu dolar AS.
Meski begitu, George tidak mengungkapkan secara rinci jenis pelanggaran yang membuatnya dijatuhi hukuman oleh liga. Dalam pernyataannya, ia hanya menyinggung bahwa keputusan yang diambil berkaitan dengan tekanan mental yang dialaminya dalam beberapa waktu terakhir.
Cedera dan Tekanan Mental
Dalam beberapa musim terakhir, kondisi fisik George memang tidak berada pada level terbaiknya. Cedera lutut yang berulang membuat waktu bermainnya cukup terbatas, bahkan sejak bergabung dengan Philadelphia 76ers.
Selama dua musim bersama Sixers, George hanya tampil dalam 68 pertandingan. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi kondisi mentalnya sebagai atlet yang terbiasa tampil di level tertinggi.
“Hal paling sulit adalah ketika kondisi tubuh Anda tidak seperti yang Anda harapkan atau tidak seperti dulu. Itu berdampak dan mempengaruhi sisi mental karena mengetahui bahwa Anda terbatas,” kata George.
Pada musim ini saja, George baru tampil dalam 27 pertandingan. Selain harus menjalani skorsing 25 laga, ia juga sempat melewatkan 12 pertandingan di awal musim. Dari penampilannya tersebut, George mencatat rata-rata 16 poin, 5,1 rebound, dan 3,7 assist per pertandingan—catatan poin terendahnya dalam satu dekade terakhir.
Harapan Baru Bersama Sixers
Paul George bergabung dengan Philadelphia 76ers pada 2024 setelah meninggalkan Los Angeles Clippers. Saat itu, manajemen Sixers mengikatnya dengan kontrak empat tahun senilai 212 juta dolar AS sebagai bagian dari ambisi tim untuk kembali bersaing di papan atas Wilayah Timur.
Namun perjalanan awalnya di Philadelphia tidak berjalan mulus. Ia sempat mengalami cedera lutut dan adduktor pada musim pertamanya. Bahkan, George harus menjalani operasi lutut kiri pada Juli tahun lalu setelah mengalami cedera saat sesi latihan.
Mantan pemain yang pernah meraih penghargaan Most Improved Player NBA 2013 itu mengakui bahwa ekspektasi besar terhadap dirinya sendiri turut mempengaruhi keputusan yang diambil di masa sulit tersebut.
“Saya memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap diri sendiri tapi kondisi tubuh tidak seperti yang saya inginkan. Itulah yang menyebabkan saya mengambil keputusan yang buruk,” ujarnya.
Kini, setelah melewati masa skorsing, George bertekad untuk kembali fokus membantu Sixers di sisa musim. Kembalinya pemain berpengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan kekuatan bagi Philadelphia dalam menghadapi persaingan ketat menjelang akhir musim reguler NBA.


