AC Milan Resmi Tunjuk Ruben Amorim, Era Baru Rossoneri Dimulai untuk Musim 2026/2027
Pelitadigital Sport – AC Milan akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai sosok yang akan memimpin tim pada musim depan. Klub raksasa Serie A itu secara resmi mengumumkan penunjukan Ruben Amorim sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Kehadiran pelatih asal Portugal tersebut menjadi bagian dari langkah besar Rossoneri dalam melakukan pembenahan setelah musim yang mengecewakan. Sebelumnya, posisi pelatih kosong sejak manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Massimiliano Allegri akibat kegagalannya membawa Milan mengamankan tiket ke Liga Champions.
Selama beberapa pekan terakhir, sejumlah nama pelatih papan atas Eropa sempat dikaitkan dengan AC Milan. Namun, manajemen akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Amorim, yang dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
AC Milan Umumkan Ruben Amorim Lewat Situs Resmi Klub
Pengumuman penunjukan Ruben Amorim disampaikan langsung melalui laman resmi klub pada Selasa (16/6/2026). Dalam pernyataannya, AC Milan memastikan bahwa mantan pelatih Manchester United tersebut akan memimpin tim utama pria mulai musim mendatang.
“AC Milan telah menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih kepala untuk tim utama pria kami,” demikian bunyi pernyataan resmi klub.
Penunjukan ini menandai dimulainya proyek baru Milan yang berupaya kembali bersaing di papan atas sepak bola Italia maupun Eropa setelah hasil kurang memuaskan dalam beberapa musim terakhir.
Filosofi Permainan Jadi Alasan Utama Pilihan Milan
Keputusan menunjuk Amorim bukan tanpa alasan. Manajemen Milan menilai karakter permainan yang diterapkan sang pelatih sangat sesuai dengan arah pengembangan klub.
Managing Partner RedBird Capital Partners, Gerry Cardinale, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memantau perjalanan karier Amorim selama beberapa tahun terakhir, khususnya saat menangani Sporting CP hingga Manchester United.
Menurut Cardinale, filosofi sepak bola menyerang yang menjadi ciri khas Amorim dianggap mampu memberikan identitas baru bagi Rossoneri.
“Kami telah mengikuti perjalanan Rúben selama bertahun-tahun. Apa yang ia lakukan bersama Sporting sangat mengesankan dan sejalan dengan gaya bermain yang kami cari,” ujar Cardinale.
Ia menambahkan bahwa pendekatan permainan berbasis pressing tinggi dan transisi cepat menjadi salah satu faktor utama yang membuat Amorim dipilih.
“Ruben percaya pada sepak bola menyerang dengan pressing tinggi dan transisi cepat yang memungkinkan tim mencetak lebih banyak gol. Filosofinya sangat sesuai dengan visi yang kami miliki,” lanjutnya.
Selain aspek taktik, kemampuan Amorim dalam membangun mental tim dan mengembangkan potensi pemain muda juga menjadi pertimbangan penting.
“Kualitas kepemimpinannya serta kemampuannya dalam mengembangkan para pemain benar-benar menonjol. Kami percaya kepada Ruben dan sangat antusias menyambut kehadirannya di klub ini,” tutup Cardinale.
Tantangan Besar Menanti Ruben Amorim
Kedatangan Amorim membawa harapan baru bagi pendukung Milan yang menginginkan tim kembali menjadi penantang serius gelar Serie A. Namun, tugas yang menantinya tidak akan mudah.
Selain harus mengangkat performa tim setelah kegagalan musim lalu, Amorim juga dituntut untuk membangun kembali daya saing Rossoneri di level domestik dan Eropa.
Pengalaman menangani klub-klub besar serta reputasinya sebagai pelatih dengan pendekatan modern diharapkan mampu menjadi solusi bagi Milan dalam membangun skuad yang lebih kompetitif.
Dikontrak Dua Tahun dengan Opsi Perpanjangan
Berdasarkan sejumlah laporan dari Italia, AC Milan memberikan kontrak berdurasi dua tahun kepada Ruben Amorim. Dalam kesepakatan tersebut juga terdapat opsi perpanjangan selama satu musim tambahan.
Pelatih berusia 41 tahun itu disebut akan menerima bayaran sekitar 4,5 juta euro per musim selama menangani Rossoneri.
Dengan resminya penunjukan Amorim, perhatian kini tertuju pada langkah Milan di bursa transfer musim panas. Dukungan pemain yang sesuai dengan filosofi sang pelatih diyakini akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek baru AC Milan pada musim 2026/2027.







