Beranda Sepak Bola Pascal Struijk Jadi Rebutan Klub Premier League, Leeds United Pasang Harga Tinggi
Sepak Bola

Pascal Struijk Jadi Rebutan Klub Premier League, Leeds United Pasang Harga Tinggi

Sumber Gambar : Liga Olahraga

Pelitadigital Sport –  Persaingan di bursa transfer musim panas mendatang mulai memanas bahkan sebelum musim berakhir. Bek tengah Leeds United, Pascal Struijk, kini muncul sebagai salah satu nama yang ramai dibicarakan setelah beberapa klub papan atas Premier League dilaporkan tertarik merekrutnya.

Tottenham Hotspur, Aston Villa, dan Newcastle United disebut-sebut tengah memantau situasi pemain berusia 26 tahun tersebut. Performa solid Struijk bersama Leeds membuatnya dianggap sebagai salah satu bek paling konsisten di klub yang bermarkas di Elland Road itu.

Struijk bukanlah nama baru bagi Leeds. Bek asal Belanda tersebut telah menjadi bagian penting tim sejak bergabung dari akademi Ajax pada 2018. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi sosok utama di lini belakang dan telah mencatatkan 188 penampilan di semua kompetisi, sekaligus ikut membantu Leeds meraih dua gelar Championship.

Menurut laporan SportsBoom, penampilan stabil Struijk di level tertinggi sepak bola Inggris membuat sejumlah klub mulai mempertimbangkannya sebagai target serius. Tottenham termasuk klub yang paling membutuhkan tambahan kekuatan di lini belakang, terutama di tengah upaya mereka menjaga konsistensi di Premier League.

Di sisi lain, Aston Villa juga dikabarkan terus memantau perkembangan sang pemain. Sementara itu Newcastle United menempatkan Struijk sebagai salah satu opsi alternatif dalam daftar target transfer mereka.

Namun Leeds United diyakini tidak akan melepas pemain andalannya dengan mudah. Klub asal West Yorkshire tersebut disebut mematok harga sekitar £30 juta bagi klub yang benar-benar serius ingin memboyong Struijk.

Newcastle Cari Pengganti Botman

Minat Newcastle terhadap Struijk tidak lepas dari masalah cedera yang kerap menimpa bek mereka, Sven Botman. Meski memiliki kualitas tinggi, pemain asal Belanda itu cukup sering absen dalam beberapa musim terakhir.

Dalam tiga musim terakhir, Botman tercatat telah melewatkan total 51 pertandingan akibat berbagai masalah cedera, mulai dari gangguan punggung, hamstring, lutut, hingga cedera ligamen ACL.

Situasi tersebut membuat Newcastle mulai mempertimbangkan opsi bek tengah yang lebih konsisten tersedia untuk dimainkan. Dari sisi statistik, Struijk menunjukkan keunggulan dalam hal menit bermain dibanding Botman pada musim Premier League 2025/2026.

Struijk tercatat memainkan 2.431 menit di liga, hampir dua kali lipat dibanding Botman yang hanya mencatatkan 1.208 menit. Selain itu, ia juga mencatatkan 30 tekel serta 101 recoveries sepanjang musim, menunjukkan kontribusinya yang stabil di lini belakang Leeds.

Sosok Penting dalam Sistem Daniel Farke

Peran Struijk di Leeds United semakin krusial sejak tim dilatih Daniel Farke. Dalam skema permainan yang kerap menggunakan formasi fleksibel 3-5-2, posisi bek tengah menjadi elemen vital dalam menjaga keseimbangan tim.

Musim ini Struijk tampil sebagai starter dalam 27 pertandingan liga dan menjadi salah satu pemain yang paling dipercaya oleh sang pelatih. Farke bahkan pernah memujinya sebagai pemain yang “luar biasa” dan “raksasa di lini pertahanan” setelah penampilan impresifnya melawan Everton.

Stabilitas tersebut membuat Leeds memiliki alasan kuat untuk mempertahankan pemainnya. Bagi klub, Struijk bukan hanya sekadar bek utama, tetapi juga bagian penting dari fondasi taktik serta budaya tim.

Ambisi Baru Sang Pemain?

Meski masih terikat kontrak hingga 2027, masa depan Struijk tetap menjadi perbincangan. Sejumlah klub yang tertarik padanya menawarkan peluang tampil di kompetisi Eropa, sesuatu yang bisa menjadi pertimbangan bagi pemain yang tengah memasuki usia matang dalam kariernya.

Dalam wawancara sebelumnya, Struijk juga sempat menceritakan keputusannya meninggalkan Belanda saat masih muda demi bergabung dengan Leeds.

“Saya memutuskan lebih baik bagi saya untuk mengambil langkah besar dan melihat bagaimana saya berkembang sebagai pribadi,” ujar Struijk.

“Ini adalah langkah besar menjauh dari rumah. Bukan berarti saya masih di negara yang sama, saya bisa mengandalkan orang tua saya atau saya bisa mengandalkan pulang pergi,” tambahnya.

Dengan ketertarikan dari beberapa klub besar Premier League dan posisi pentingnya di Leeds United, masa depan Struijk diperkirakan akan menjadi salah satu cerita menarik dalam bursa transfer musim panas mendatang. Jika negosiasi benar-benar terjadi, saga transfer bek asal Belanda tersebut berpotensi menjadi salah satu yang paling disorot.

Sebelumnya

NBA Umumkan 12 Finalis Twyman-Stokes Teammate of the Year 2026

Selanjutnya

Scaloni Yakin Messi Bisa Tembus 1.000 Gol Sebelum Pensiun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pelita Digital Sport