Pelitadigital Sport — Hubungan antara Napoli dan Romelu Lukaku memang telah mencair, namun konsekuensi atas konflik yang sempat memanas tetap harus dibayar. Klub asal Italia itu dilaporkan menjatuhkan denda besar kepada sang penyerang sebagai bentuk disiplin internal.
Sebelumnya, ketegangan muncul ketika Lukaku memilih tidak kembali ke klub usai absen dari skuad Timnas Belgia pada agenda internasional Maret lalu. Keputusan tersebut diduga dipengaruhi keraguan pemain berusia 32 tahun itu terhadap penanganan cedera otot yang ia alami sepanjang musim, khususnya terkait kinerja tim medis klub.
Situasi yang sempat memicu spekulasi ini akhirnya mereda setelah kedua pihak menggelar pertemuan pada Senin (20/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Napoli dan Lukaku sepakat untuk menyudahi konflik dan kembali fokus pada sisa musim.
Meski demikian, manajemen Napoli tetap mengambil langkah tegas. Berdasarkan laporan media Italia, Lukaku dikenai denda sebesar 150 ribu euro atau setara lebih dari Rp3 miliar. Nilai tersebut mencerminkan sekitar 20 persen dari gaji kotor bulanannya di klub.
Sanksi ini diberikan lantaran Lukaku dianggap mangkir selama kurang lebih dua pekan setelah pulang ke Belgia tanpa persetujuan resmi dari pihak klub. Tindakan tersebut dinilai melanggar aturan internal yang berlaku di Napoli.
Di sisi lain, performa Lukaku musim ini juga belum memberikan kontribusi signifikan. Mantan pemain Chelsea, Inter Milan, dan Manchester United itu baru mencatatkan total 64 menit bermain dari tujuh pertandingan di semua kompetisi—angka yang jauh dari ekspektasi untuk pemain dengan reputasi besar.
Kendati demikian, Lukaku diperkirakan akan segera kembali merumput dalam waktu dekat. Kehadirannya masih dibutuhkan Napoli yang tengah berupaya mengamankan posisi empat besar klasemen demi tiket kompetisi Eropa musim depan.
Namun, masa depan Lukaku di Stadion Diego Armando Maradona tampaknya tidak akan berlangsung lama. Sejumlah laporan menyebutkan Napoli tengah mempertimbangkan untuk melepas sang pemain pada bursa transfer musim panas mendatang, sebelum kontraknya berakhir pada tahun depan.
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi klub untuk merapikan komposisi skuad sekaligus menghindari potensi konflik serupa di masa depan.