Pelita Jaya Bangkit Dramatis di Final IBL 2026, Comeback Spektakuler Taklukkan Hornbills pada Gim Perdana
Pelitadigital Sport – Pelita Jaya Jakarta menunjukkan mental juara saat membuka rangkaian Final IBL 2026 dengan kemenangan dramatis atas lawannya di PJ Arena, Jakarta, Jumat (19/6). Tim tuan rumah sukses membalikkan keadaan sebelum akhirnya menang 90-87 melalui babak tambahan waktu (overtime).
Hasil tersebut membuat Pelita Jaya unggul 1-0 dalam seri final yang menggunakan format Best of Five. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Pelita Jaya untuk menatap pertandingan berikutnya dalam perebutan gelar juara musim ini.
Laga berlangsung ketat sejak awal dan memaksa kedua tim bermain selama 45 menit untuk menentukan pemenang. Situasi sempat terlihat sulit bagi Pelita Jaya ketika mereka tertinggal sembilan poin saat waktu normal hanya menyisakan 2 menit 18 detik.
Namun, momentum pertandingan berubah drastis di penghujung kuarter keempat. Dunk dari Jeff Withey menjadi titik awal kebangkitan tim tuan rumah. Setelah itu, Darious Moten tampil agresif dengan mencetak lima angka beruntun yang memangkas selisih menjadi hanya dua poin.
Ketegangan semakin terasa ketika kedua tim gagal menambah angka dalam lebih dari satu menit terakhir pertandingan. Saat peluang semakin menipis, Pelita Jaya menemukan penyelamatnya melalui Perrin Bufford.
Memanfaatkan defensive rebound yang krusial, Bufford membawa bola sendiri dan melakukan penetrasi ke area pertahanan lawan. Layup yang dilepaskannya sukses bersarang ke dalam ring saat waktu tersisa empat detik, sekaligus menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime.
Memasuki babak tambahan, duel semakin sengit. Kedua tim harus menghadapi masalah foul setelah sejumlah pemain kunci mencapai batas pelanggaran. Kaleb Wesson dari kubu Hornbills dan Darious Moten dari Pelita Jaya sama-sama mengoleksi lima foul. Di sisi lain, Hornbills lebih dulu kehilangan Firdhan Guntara yang telah keluar akibat foul pada kuarter keempat.
Meski demikian, intensitas pertandingan tidak menurun. Kejar-mengejar angka terus terjadi hingga memasuki dua menit terakhir overtime. Dalam momen krusial tersebut, pengalaman Andakara Prastawa berbicara.
Prastawa melepaskan tembakan tiga angka penting yang membawa Pelita Jaya berbalik unggul 88-86. Tak hanya itu, pemain senior tersebut juga memastikan kemenangan timnya melalui eksekusi lemparan bebas di detik-detik akhir pertandingan.
Di balik kemenangan Pelita Jaya, Perrin Bufford tampil sebagai sosok sentral. Ia nyaris mencatatkan triple-double setelah mengemas 32 poin, 11 rebound, dan 9 assist. Efektivitasnya juga terlihat dari 11 tembakan masuk dari total 21 percobaan.
Kontribusi besar juga datang dari Jeff Withey yang membukukan double-double dengan torehan 20 poin dan 10 rebound. Sementara Darious Moten turut menyumbang 17 poin untuk menjaga keseimbangan serangan Pelita Jaya sepanjang laga.
Dari kubu Hornbills, produktivitas tim masih bertumpu pada trio pemain asing mereka. Pemain Terbaik Liga (MVP) musim ini, Travin Thibodeaux, mencatatkan 22 poin, 10 rebound, dan 7 assist. Stephaun Branch turut menyumbang 22 poin disertai 5 rebound dan 9 assist.
Namun, akurasi tembakan keduanya berada di bawah 45 persen. Thibodeaux hanya memasukkan 8 dari 18 percobaan tembakan, sedangkan Branch membukukan 9 dari 23 percobaan.
Kaleb Wesson menambahkan 14 poin dan 7 rebound sebelum terkendala masalah foul. Sementara Firdhan Guntara yang hanya bermain selama 19 menit tetap mampu memberikan kontribusi 11 poin dengan catatan tembakan yang cukup efisien.
Kemenangan dramatis ini menunjukkan karakter kuat Pelita Jaya yang mampu bangkit dari tekanan pada momen-momen kritis. Dengan keunggulan sementara 1-0 di seri final, Pelita Jaya kini berada dalam posisi lebih menguntungkan untuk melangkah menuju gelar juara IBL 2026.







